Halimah dan Filiyah adalah sahabat sejati. Mereka bersahabat dari kelas satu hingga sekarang, kelas  empat SD. Halimah dan Filiyah sangatlah akrab. Hal ini menarik perhatian semua orang. Bahkan, ada yang iri dengan HaFi (Halimah-Filiyah). Banyak yang iri, tapi, tidak mengerjai HaFi. Eh, tapi, seorang anak yang memiliki rasa iri kepada HaFi ingin mengerjai HaFi. Oow … siapakah itu?

Dialah Aisyah! Aisyah iri dan dengki terhadap HaFi. Hmm … Aisyah ada ide. Aaah … kubuat saja Filiyah kesal ke Halimah. Aku akan menaruh kotak pensil Filiyah di tas Halimah. AHAAA … IDE BAGUS, AISYAH! teriak Aisyah dalam hati. Bergegas, Aisyah menuju tas Filiyah, lalu mengambil kotak pensil Filiyah. Lalu, meletakkan di tas Halimah.

Saat pelajaran dimulai ….

“Kotak pensilku hilang!” teriak Filiyah. Semuanya kaget.

“Kamu menaruh dimana, Fil?” tanya Azizah.

“Aku menaruh ditas,” kata Filiyah.

Aisyah angkat bicara. “Coba di tas Halimah!” kata Aisyah. Filiyah memasang muka masam ke Halimah, lalu membuka tas Halimah. Dan akhirnya ….

“HALIMAAAAH!!!” teriak Filiyah. “Kamu jahat! Kenapa sih, kamu menyembunyikan kotak pensilku? Kamu ini kenapaaa? Kenapaaa?!” teriak Filiyah lagi.

Muka Halimah terlihat pucat. “Bukan aku, Filiyah! Aku tidak mungkin melakukan ini!” seru Halimah membela diri. Halimah wajahnya merah, menahan marah.

“Buktinya? Kamu menyembunyikan kotak pensilku. Sudahlah, aku akan putus denganmu!” seru Filiyah dengan nada jengkel dan memasang muka marah.

Halimah pucat pasi. Aisyah tertawa. “Hahaha …. Halimah, Halimah …. Dasar tukang mencuri! Mau apa kamu?” sindir Aisyah. Azizah yang mendengar Aisyah, langsung berbisik kepada Filiyah. “Fil …. Filiyah. Pencurinya bukan Halimah, tapi, Aisyah,” kata Azizah.

“Tidak! Halimah-lah pencurinya!” seru Filiyah. Azizah hanya tersenyum masam kepada Filiyah.

Berhari-hari, Halimah dan Filiyah bermusuhan. Filiyah jadi rindu kepada Halimah. Filiyah merenungkan kata-kata Azizah 6 hari yang lalu. “Pencurinya bukan Halimah, tapi, Aisyah,”. Filiyah berbicara sendiri. “Maafkan aku, Halimah. Besok, aku akan minta maaf kepadamu. Aku janji!” kata Filiyah.

Esok harinya ….

Filiyah memasukki kelas. Ternyata, sudah ada Halimah disana. Halimah sedang berbicara dengan Azizah. Filiyah memandangi Halimah. “Ayo, Filiyah! Ayo!” kata Filiyah kepada dirinya sendiri.

Filiyah berkata dengan gugup. “Mm … hai Halimah!” sapa Filiyah takut-takut.

Halimah melirik. “Apa? Kamu kan enggak temanku!” kata Halimah tak senang.

Filiyah menunduk. “Maafkan aku. Aku tahu, kata Azizah benar, pelakunya adalah Aisyah, bukan kamu,” kata Filyah. Filiyah menunduk.

Halimah tersenyum, “Aku memaafkanmu!” kata Halimah sambil merangkul Filiyah. “Benar?” tanya Filiyah. Halimah mengangguk. Filiyah tersenyum haru.

Sejak saat itu, HaFi kembali lagi. 2 Best Friend, be happy, ya!

 

Iklan